Always run back to the future …..

Hidup dan perjuangan hidup

Damn T : Encourage the spirit

Sudah lama sekali ya rasanya tidak mengupdate blog ini. Bagaimana lagi hampir 80% otak saya dipenuhi oleh pikiran bagaimana menyelesaikan thesis saya tepat waktu. Karena itu hampir berbulan-bulan tidak ada tulisan baru. Kali inipun saya juga tidak akan menulis tulisan yang berat. Hanya berbagi cerita seputar thesis saja.

 Thesis saya ini sudah saya mulai dari semester lalu. Hingga kini, hampir memakan waktu satu tahun untuk menyelesaikannya. Itupun progressnya tidak bagus-bagus amat. Masih banyak bolongnya di sana sini. Apalagi saya merasa aneh dengan software yang saya gunakan. Pasalnya ini software sudah diteliti bug berulang kali juga tidak mengeluarkan hasil yang diharapkan.

Sesekali pingin mutung rasanya. Tapi mengingat jerih payah yang sudah dikeluarkan saya, mama, papa dan keluarga lainnya, saya jadi tidak ingin menyerah. Tapi ya begitulah, karena saya ini tipe orang yang sulit membagi konsentrasi, pada akhirnya saya mengalah dan mengisolasi diri dari dunia luar. Maksudnya jarang main-main dan keluar. Alhasil saya seperti terpenjara dalam rumah atas kemauan sendiri. Kalau keluar rumah paling-paling Cuma waktu asistensi. Kalau bosan larinya ke juga ke Toko Buku, beli komik. Itu salah satu obat mujarab penghilang stress buat saya. Heran juga sih, umur saya 24 tahun, tapi masih suka aja baca komik. Apalagi gara-gara thesis ini, waduh kecepatan penumpukan koleksi komik semakin lancar saja. Sebulan ini saja mungkin sudah ada 10 komik yang saya beli. Kalau dari pelajaran statistik, boleh dibilang korelasinya berbanding lurus dengan tingkat stress. Hahaha :D .

 Oh ya, ada satu cara lagi yang saya lakukan agar semangat saya gak berseluncur lagi kebawah. Yang saya lakukan adalah memajang foto kenangan saat-saat wisuda S1 jaman dulu. Foto ini saya taruh di organizer saya. Di foto ini sih saya tidak begitu kelihatan, tapi di foto itu terlihat ekspresi-ekspresi teman-teman lainnya. Senyum mereka rasanya juga menggambarkan kebahagiaan yang sama dengan yang saya rasakan waktu itu. Yah, saya ingin mengalaminya lagi, jadi saya pajang deh foto itu. Supaya kalau saya lagi nge-down, jadi ingat rasa bahagia apa yang ingin saya kejar dan ingin saya rasakan kembali.

Mungkin tips ini bisa dipakai oleh teman-teman, kadang mengingat masa lalu juga bisa menjadi motivasi untuk tetap maju :D . Selamat berjuang!!! (Sebenarnya kalimat ini ditujukan untuk diri sendiri :( hahaha).


Perempuan : Teman Terbaik dan Tercerdas

Kadang sayapun bingung, apa sih yang menjadi peran dan andil dari seorang perempuan? Setelah membaca artikel ini, pikiran saya jadi lebih terbuka. Mungkin hal yang sama juga akan terjadi pada anda.  Selamat membaca…. :)

—————————————————————————————————————————————

Perempuan diciptakan sebagai teman. Bagaimana caranya agar perempuan senantiasa mampu menjadi teman yang menentramkan sekaligus cerdas?

Sejarah mencatat bahwa dibelakang lelaki pengubah sejarah pasti ada seorang teman setia yang senantiasa mengiringi perjalanannya. Teman tersebut tentunya seorang perempuan kokoh yang menjadi sandaran, manakala kembali dari sebuah perjuangan berat.

Tugas istimewa sebagai teman memang diberikan Allah SWT hanya kepada perempuan. Perempuan memiliki keistimewaan begitu indah yang tak diberikan pada laki-laki berupa kelembutan. Namun, sayangnya kini banyak perempuan yang tak lagi menyadari bahwa dirinya adalah teman terbaik yang diciptakan Allah SWT. Banyak perempuan yang menolak perannya sebagai teman. Begitu banyak anak yang kini sendirian tanpa ibunya, suami-suami yang tak lagi dapat berkawan dengan istrinya, dan begitu banyak perempuan yang meranggas karena tak banyak perempuan yang peduli pada sesamanya.

Perempuan, sejatinya adalah inspirasi yang begitu dalam. Betapa tidak, perempuan mampu memikirkan beberapa hal bersmaan, sekaligus membuatnya menjadi kenyataan dalam satu waktu. Perempuan dpat menjalani tugasnya sebagai seorang owner, guru, entertainer, binatu handal sekaligus pencari nafkah dalam keluarganya. Hanya perempuan yang dapat melakukan hal tersebut secara bersamaan.

Kepingan-kepingan warna dunia ini pun sejatinya ada ditangan perempuan. Warna warni dunia itu berupa calon-calon manusia besar yang diasuhnya. Bila potensi-potensi ini menjelma menjadi manusia tangguh, kelak dimasa depan islam akan kembali memimpin peradaban manusia.  Tentunya, untuk mengasah dan mengarahkan potensi ini dibutuhkan keahlian yang luar biasa. Untuk mendapatkan keahlian yang luar biasa inilah perempuan-perempuan Muslimah harus berteman, bergandengan tangan, dan berbagi.

Teman yang cerdas

Khadijah adalah sosok yang selalu dikenang Rasulullah SAW sebagai teman terbaik yang pernah dimilikinya. Ia sosok yang peka terhadap apa yang dirasakan orang yang ada di sisinya sekaligus cerdas. Tak hanya sekedar berempati pada apa yang dirasakan Rasulullah SAW ketika itu, tapi beliau juga teliti mengidentifikasi apa yang tengah terjadi pada diri Rasul SAW.

Dalam hadits yang diriwayatkan Baihaqi, Khadijah bertanya, ”Wahai anak pamanku, dapatkah engkau memberi  tahuku tentang temanmu yang datang?” Nabi kemudian menjawab, ”Ya”. Khadijah bertanya, ”Apakah engkau melihatnya?” kemudian Nabi menjawab, ”Ya”. Khadijah berkata, ”bawalah dia masuk kedalam kamarku!” Kemudian Khadijah bertanya lagi, ”Apakah engkau masih melihatnya?” Nabipun menjawab, ”Ya.” Kemudian khadijah membuka kerudungnya dan bertanya lagi kepada Nabi, ”Apakah kamu masih melihatnya?” Nabi menjawab, ”Tidak.”. Kemudian khadijah menjelaskan , ”Sesungguhnya dia adalah Jibril pembawa wahyu, kelak engkau menjadi Nabi bagi umatini.”

Dengan pengetahuan yang diperolehnya mengenai Nabi akhir zaman yang kelak akan turun di Jazirah Arab, Khadijah dengan cerdas membantu Rasulullah SAW mengatasi ketakutannya. Tak hanya itu, ia sekaligus menggembirakan Nabi SAW akan sebuah tugas mulia yang akan segera diembanya. Sosok seperti inilah yang sangat diperlukan dari kehadiran seorang perempuan sebagai teman.

Banyak orang yang menyalahartikan kemampuan perempuan berbagi cerita dan pengalaman, hanyalah sebatas gosip yang tak bermanfat. Padahal, sesungguhnya kemampuan inilah yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk dapat berbagi hikmah dan manfaat. Nah, alangkah indahnya bila kemampuan untuk menyampaikan dan merasakan ini kemudian dibungkus dalam kecerdasan sebagaimana pribadi khadijah. Hingga anggapan orang bahwa perempuan hanya bisa menjadi teman bergosip, tak lagi dapat dibenarkan. Sebab, sejatinya perempuan adalah makhluk cerdas yang memiliki nilai plus yaitu kepekaan dan keindahan.

Kecerdasan ini tentu tidak dapat muncul begitu saja. Kecerdasan yang dimiliki oleh Khadijah pun diperoleh dari kemurnian hatinya dalam menyembah Allah SWT tanpa perantaraan berhala yang umumnya disembah oleh kaum Quaraisy ketika itu. Kemurnian hati inilah yang akhirnya membuat Khadijah dengan mudah mengidentifikasi kejadian yang dialami Rasulullah SAW sebagai tanda kerasulan beliau. Karena ilmu bersinar dari hati yang mulia, maka tak dapat dipungkiri bahwa untuk menjadi sosok yang cerdas, pertama kali yang harus kita benahi bersama adalah hati.

Hati merupakan tempat yang paling pertama menerima kebenaran. Sedangkan penyakit yang kerap menjangkiti perempuan yaitu mengedepankan emosi dalam mengambil keputusan. Walau bukan sepenuhnya kesalahan (karena tugas perempuan lebih banyak membutuhkan kepekaan emosi), emosi kadang membutakan mata hati kita dari kebenaran. Ini pula yang kerap mendorong perempuan memilih sesuatu yang kemudian dibelanya hanya karena perasaan. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dari segala prasangka dan perasaan yang berpotensi menyesatkan dalam menghadapi masalah.

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” (Yunus [10]:36).

Sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas, prasangka tentu tak dapat dijadikan sandaran yang jelas dalam menyikapi sebuah masalah. Oleh karena itu, perempuan membutuhkan ilmu yang ditunjang oleh fakta dan data yang akurat, sebagaimana Khadijah yang begitu tajam mengidentifikasi karasulan Muhammad berdasar fakta dan data. Salah satunya dengan mendatangi Waraqah bin Naufail yang mengetahui secara pasti data-data yang telah disebutkan dalam Injil tentang kedatangan Nabi akhir zaman.

Guna mengasah ketajaman dan ketelitian inilah, perempuan butuh wadah untuk senantiasa berbagi dan menambah pengetahuan yang dimiliki. Perempuan butuh teman untuk menajamkan nalurinya, teman untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan teman untuk memformulasikan solusi penyelesaian masalah. Formula solusi yang akhirnya dapat digunakan saat menemani suami, anak-anaknya, keluarga, bahkan masyarakat menghadapi problematika kehidupan.

Bersama, Bersinergi

Perempuan adalah potensi yang terserak. Dengan keluarbiasaan yang dimiliki secara unik oleh setiap orang, sinergi yang kelak terbangunakan menopang tegaknya Din. Perempuan adalah teman terbaik dan untuk menjadi teman terbaik itulah, perempuan butuh teman untuk bisa bersinrgi. Tanpa teman, perempuan kan senantiasa merasa sendiri. Meraba potensi dalam gelap dan sepi.

Kini waktunya bagi para Muslimah untuk bersinergi, saling menemani dan merapatkan barisan guna menyatukan potensi yang terserak menjadi sebuah kekuatan. Karena itu, bila Anda perempuan, jangan menunggu untuk didatangi seorang teman. Berusahalah untuk menjadi teman bagi perempuan lain karena perempuan memang diciptakan untuk menemani. Dengan menemani – apalagi bersatu dalam wadah- kita akan berbagi dan saling mengisi.

Bersinergi untuk menciptakan energi yang ajan membangun peradaban. Bila Anda adalah lelaki, sadarlah bahwa perempuan tak hanya harus menemani tetapi juga butuh ditemani agar mampu mengasah potensinya menjadi kekuatan yang menentramkan anda dan umat ini.

Sumber : Kartika Trimarti/ Suara Hidayatullah/Edisi04/Agustus 2009/Sya’ban 1430 H


Mengenang Naito

Betapa indah takdir yang terlukis ditangannya

Selangkah, dua langkah ia berjalan didepanku

Hingga ku tak sadar bahwa dirinya tlah menghilang

Entah dimana dirinya

Hati bergerak telusuri jejaknya

Namun sesaat tersadar

Tak ada sedikitpun pengetahuan tentangnya

Gelisah, gundah terasa

Kemelut menyelimuti langkah

Perlahan mencoba meraih masa

Hingga tiba purnama kedua

Saat genggaman harus terlepas diujung asa

.

.

—————————————————————————————————————————————————

For you in full blossom,

Untuk naitoku, seseorang yang tidak tahu sekarang sedang apa dan kabarnya bagaimana meskipun aku tahu kita berada dikota yang sama. Puisi ini dibuat olehku sekitar bulan januari 2008 pada saat mengerjakan tugas akhir dan menjelang wisuda. Puisi ini aku posting untuk mengenangnya kalau dia pernah jadi inspirasiku beberapa tahun terakhir. Puisi ini menceritakan bahwa aku tahu akan kehilangan “jejaknya” karena waktu itu aku berpikir dia tak akan lagi menjadi inspirasiku. Aku selalu menyebutnya sebagai “knight who was born to be savior:P . Berlebihan? menurutku tidak begitu. Karena dialah aku belajar mengenai  mengerti makna dari “kawan”. Dia merupakan sosok yang menurutku sangat menarik. Kegigihannya mengutamakan kepentingan “kawan”  dibanding kepentingannya sendiri sangat menyentuh hati dan cukup membuatku jatuh hati :) . Seringkali aku berpikir bahwa orang yang seperti dia itu pastinya memiliki ladang surga yang luas. Suatu hal yang patut dicontoh. Terakhir kali kulihat dia menyebut dan memanggil namaku pada bulan september 2008 dan kami berbicara dari jarak cukup jauh karena terhalang suatu hal.  Namun ini cukup berarti meski harus dilupakan secepatnya dari ingatanku. :(


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.