Always run back to the future …..

Reverse Logistics Intro


Dari salah satu mata kuliah yang saya ambil yakni sustainable manufacturing, ada pembahasan yang sangat menarik dan erat kaitannya Supply Chain Management. Dimana interseksi antara keduanya? Salah satunya pada Reverse Logistics. Dalam bidang Supply chain Management, logistics management berdasarkan aliran produknya dapat dibedakan menjadi dua yakni forward logistics dan reverse logistics. Nah, dalam posting kali ini, saya akan mencoba membahas sedikit mengenai reverse logistics.

1. Apa itu Reverse logistics???

Reverse logistics berdasarkan pengertian dari The Council of Logistics Management adalah sebagai berikut :

The process of planning, implementing and controlling the efficient, cost effecting flow of raw material, in-process inventory, finished goods and related information from the point off origin for the purpose of recapturing value of proper disposal

Reverse logistics ini adalah kebalikannya dari forward logistics. Kalau forward logistics adalah pengelolaan yang dilakukan oleh perusahaan dalam supply chain-nya dari supplier-nya supplier hingga customer-nya customer, nah reverse logistics ini sebaliknya yaitu pengelolan yang berkaitan dengan penarikan kembali produk kedalam Supply chain-nya dalam rangka untuk memanfaatkan potensi nilai yang masih ada didalam produk tersebut setelah proses disposed.

Nah perbedaan aliran produk antara reverse logistics dan forward logistics bisa dilihat dari gambar berikut :

Gambar Perbedaan antara forward dan reverse logistics

Gambar Perbedaan antara forward dan reverse logistics


2. Reverse Logistic itu hal yang baru atau bukan??

Untuk menjawab pertanyaan ini perlu ditelusuri lebih dalam. Sebenarnya reverse logistics ini bisa menjadi sesuatu yang baru dan juga bisa bukan. Nah, pada saat kapan dia dikatakan baru? Dan pada saat kapan dikatakan tidak baru ? Ini jawabannya….

Reverse logistics dikatakan bukan hal baru jika menyangkut hal-hal

  • Persediaan produk yang berlebihan
  • Kesalahan dalam pemesanan atau pengiriman atau adanya pembatalan order
  • Produk cacat selama proses pengiriman, cacat dalam packaging juga adanya perbedaan harga
  • Adanya garansi produk

Sedangkan Reverse logistics dikatakan sebagai hal baru jika menyangkut hal-hal berikut :

  • Disposed products
  • Teknologi produk yang sudah usang
  • EOL (End of life) dari produk

Dengan reverse logistics dengan sudut pandang yang baru ini diharapkan potensi nilai yang masih ada dalam produk setelah masa EOLnya (End of Life) dapat dimanfaatkan kembali (for the purpose of recapturing value of proper disposal). Apalagi setelah banyaknya isu-isu yang mengusung mengenai reuse, remanufacture dan recycle serta regulasi-relgulasi mengenai produk yang mengarah pada sustainable environment semakin menuntut adanya Reverse Logistics itu sendiri. Adapun regulasi produk yang mengarah pada sustainable environment yang pada akhirnya memicu penerapan reverse logistics adalah sebagai berikut :

Extended Producer Responsibility (EPR)

Integrated Product Policy (IPP)

Environmentally Superior Products (ESP)

Sustainable Product and/or Service Development (SPSD)

Waste of Electric and Electronic Equipment (WEEE)

3. Apa tantangan dalam reverse logistics?

Tentu saja penerapan reverse logistics memiliki tantangan tersendiri dalam penerapannya. Berbeda halnya dengan forward logistics, dalam reverse logistics terdapat beberapa tantangan-tantangan sebagai berikut :

  1. Peramalan pada return product menjadi lebih sulit karena tidak ada data (distribusi) yang pasti mengenai produk EOL karena kecepatan pengembalian produk yang sulit diukur.
  2. Transportasi yang cukup sulit karena harus mengumpulkan dari banyak tempat sebelum diputar kembali kedalam Supply chain (Many to One transportation). Sehingga, penentuan rute produk yang kembalipun akan menjadi semakin kompleks.
  3. Penentuan kualitas return product dipengaruhi oleh banyak faktor misalnya kondisi pada saat produk dikembalikan, siapa yang menggunakan dan bagaimana cara produk digunakan.

To be continued …

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to FurlAdd to Newsvine

7 responses

  1. tpau69

    adek minta bahasan LCC donk..he..

    June 11, 2009 at 10:07 AM

    • dazzdays

      wkwkwkwk,,
      Ga sambung komennya… Huehehehehehe

      June 29, 2009 at 10:58 PM

  2. Apakah terdapat perbezaan antara Green Logistic dan Reverse Logistic?
    Jika ada perbezaannya, dari segi apa?

    December 7, 2011 at 9:14 AM

  3. ngebantu banget..!!
    kalo bisa (harus sih)posting lebih jauh dong gan, biar makin top😀

    November 6, 2013 at 3:26 AM

  4. assalamu alaikum. kalau boleh tau sumbernya min

    March 19, 2016 at 1:50 PM

  5. bisa minta sumbernya ngak min, lagi butuh buat tinjauan pustaka

    March 20, 2016 at 5:13 AM

    • dazzdays

      Maaf mas Andi, dulu dari bahan kuliah. Sudah tidak tahu kemana arsipnya😀 . Mohon maaf ya….

      March 22, 2016 at 1:33 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s