Always run back to the future …..

Jalan terbaik (Seventeen)


Semua telah berakhir
Tak mungkin bisa dipertahankan
Hanya luka jika kita bersama
Karna jalan ini memang berbeda

Semua yang terjadi
tak akan kembali
jalan kita memang berbeda
Namun hati ini tak ingin kembali

Reff:
Ku yakin kita akan bahagia
Tanpa harus selalu bersama
Tak perlu di sesali
Tak usah di tangisi

Ku yakin ini jalan terbaik
Walau kita tak lagi berdua
Tak perlu di sesali
Tak usah di tangisi

————————————————————————————————————————

Pagi ini saya mencoba menyempatkan diri untuk menikmati musik dengan santai di salah satu acara televisi. Kebetulan waktu itu yang ditayangkan adalah video klip dari grup band seventeen yang berjudul “jalan terbaik”. Lagunya sendiri sudah saya dengar berkali-kali, tapi baru pagi ini melihat videonya. Dari liriknya mungkin tidak begitu tersirat makna terdalamnya. Sebelum melihat video klipnya, saya hanya mendapat kesimpulan dari liriknya bahwa “jika perbedaan tak dapat disatukan mungkin berpisah adalah jalan yang terbaik”. Tapi, menurut saya itu hanya makna umum karena “perbedaan” itu banyak sekali contohnya. Lain pendapat saya setelah saya melihat video klipnya. Menurut saya ada hal menarik didalamnya yang dapat dijadikan pelajaran dalam hidup saya.

Cerita yang diangkat adalah kisah yang tidak begitu asing lagi terjadi di masyarakat indonesia yang merupakan negara  kaya akan keanekaragaman budaya, ras dan tentu saja juga agama. Seperti kebanyakan lagu cinta yang berkumandang jaya di Indonesia, cerita yang diangkat dari video klip ini berkisah tentang muda mudi.  Berkisah tentang pemuda beragama islam yang alim (diperankan oleh vokalis seventeen)  ketika itu sedang mengendarai motornya tak sengaja menabrak seorang gadis yang juga sedang menuntun sepedanya hingga terjatuh. Berawal dari sinilah, mungkin si pemuda tersebut merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap si gadis. Kemudian dihari-hari berikutnya, berawal dari perkenalan, frekuensi bertemu keduanya menjadi sering. Hari-haripun berlalu, mereka mulai merasakan perasaan satu sama lainnya yang semakin menguat. Namun kemudian, sebuah ketidaksengajaan terjadi. Di suatu taman, si gadis yang sedang melangkah beriringan dengan pemuda tersebut menjatuhkan sesuatu.   Sebuah kalung dengan liontin salib. Jika saya tak salah menerka mungkin itulah yang dinamakan rosario. Dari mimik wajah ketika pemuda tersebut menemukan kalung tersebut sudah tentu dapat diterka. Perasaan kaget, tak rela dan cemas akan kehilangan terlukis diwajahnya. Bagaimana tidak, seseorang yang sangat ia cintai ternyata memiliki perbedaan agama dengannya.  Meskipun begitu, perasaan ini mungkin ditepisnya, ia masih berusaha untuk mencoba. Kemudian ia menemui orang tua si gadis. Entah meminta restu seperti apa yang dimaksud sayapun tidak mengerti. Tapi saya berpikir ada dua pilihan. Mengajak si gadis pindah memeluk agamanya atau membiarkan keduanya bersatu dengan tetap memegang teguh agama masing-masing. Singkat cerita tentu saja orang tua si gadis tidak menerima dan akhirnya mereka berduapun menyerah dan memilih jalan masing-masing yang menurut mereka adalah jalan terbaik.

Setelah melihat video klip tersebut saya jadi terbayang-bayang bagaimana jika kejadian tersebut terjadi dalam hidup saya. Saya bukan orang yang jago dalam agama namun saya tahu mengenai pesan rasul bahwa ada 4 kriteria yang harus dipertimbangkan ketika kita memilih pasangan yakni keturunan, harta, paras dan yang terakhir adalah agama. Dari 4 kriteria ini yang paling penting adalah agama. Sayapun sangat setuju dengan hal ini. Menurut saya, agama adalah hal yang terpenting dalam memilih pasangan hidup. Dan bagi saya ini adalah suatu hal yang sangat prinsip dan tidak dapat ditawar apalagi diganggu gugat.  Namun jika sekedar melihat dari batasan tawar-menawar yang paling pinggir sekali, menurut pikiran saya tak mengapa seorang pria mengambil pasangan hidup dari orang yang berbeda agama dengannya asalkan dia bisa membimbing si wanita memeluk agama yang sama dan menjadikannya wanita sholeh yang memegang teguh agama suaminya setelah menikah dengan rasa ikhlas dan bukan lantaran hanya karena cinta pada suaminya semata. Apalagi menurut saya, hal ini memang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga terhadap isterinya meskipun terkait sebelum menjadi isterinya si wanita memeluk agama yang sama atau tidak dengannya. Tapi saya menyadari, tentu saja ini akan menjadi pekerjaan berat bagi seorang suami manakala isterinya sebelumnya bukanlah dari golongan beragama yang sama.

Lalu bagaimana dari sudut pandang wanita jika seandainya seorang wanita jatuh cinta pada pria dari agama yang berbeda dengan. Menurut saya hal ini menjadi susah karena posisi tawar-menawar (seandainya bisa ditawar😀 ) soal agama menjadi lebih sulit lagi ketimbang dari sudut pandang pria. Apalagi jika si wanita menginginkan si pria tersebut masuk kedalam agamanya dengan ikhlas dan tidak hanya karena mengaku cinta semata.  Apalagi  mengingat pemahaman mengenai kodrat dari seorang pria dan wanita mengenai peran “pembimbing” dan yang “dibimbing”. Menurut saya ini adalah hal yang aneh dan sulit untuk dilakukan oleh seorang wanita untuk  membimbing seorang pria. Karena saya sangat setuju bahwa prialah yang diciptakan tuhan sebagai pemimpin bukan wanita. Menilik kedalaman pemahaman mengenai agama itu sendiri, saya bertanya-tanya bagaimana bisa membangun keluarga yang baik jika seorang suami memiliki pemahaman agama yang lebih rendah dibandingkan isterinya apalagi tidak ada pengetahuan sama sekali. Saya sendiri tidak dapat membayangkannya jika harus mengalami hal ini.

Berawal dari video klip dilanjutkan pertanyaan-pertanyaan di kepala saya, akhirnya saya mengambil kesimpulan. Dalam kedudukannya sebagai seorang wanita, saya pikir, seorang wanita memerlukan bimbingan dari seseorang yang kelak dapat menanamkan rasa cinta yang lebih besar terhadap tuhan, agama, keluarga dan sesama. Mengingat kedangkalan saya mengenai agama, jika Allah SWT menghendaki saya memilih, tentu saja saya akan mengambil posisi teraman yakni memilih pasangan dari agama yang seiman saja. Namun, syukur alhamdulillah jika nantinya malah dipertemukan dengan seseorang yang memiliki pengetahuan dan pengamalan mengenai agama lebih baik dibandingkan saya. Belajar dari video klip tersebut sayapun berharap semoga saya selalu dilindungi untuk tidak pernah “mencoba” menjalin hubungan seperti kebanyakan anak muda jaman sekarang yang menghadapi permasalahan sama dengan kisah diatas,  yang dengan entengnya berkata “kita jalani saja dulu, kalau tidak bisa ya sudah kita pisah saja, mungkin ini bukanlah jalan yang terbaik bagi kita”. Lebih lagi, menurut saya lebih baik merasakan luka hati saat ini ketimbang luka hati dimasa depan ataupun sampai berpikir untuk mengorbankan keimanan.  Meskipun berbicara mengenai hati dan mengelakkan perasaan cinta yang telah tumbuh itu sulit, namun bagaimanapun juga, menurut saya tak kan seberapa menderita jika dibandingkan harus menjalani permasalahan, ujian dan rintangan dimasa depan yang datang jika saat ini membiarkannya berlarut-larut. Karena lagi-lagi menurut saya perbedaan seperti ini sangatlah prinsip.

6 responses

  1. Savana

    Wah aq langsung tersentuh membaca artikelmu…
    Emang benar sih spt katamu
    aq jg pernah mendengar hal yg sama dari guru ngajiku dan ortuku
    Smg qta g dihadapkan pada hal yg sulit dan selalu dibimbing untuk tetap di jalanNya

    Amin.

    August 24, 2009 at 2:01 AM

    • dazzdays

      Amin…..🙂

      August 24, 2009 at 2:12 AM

  2. Salam kenal,.
    Jangan sampai cinta terhadap lawan jenis membuat kita mengorbankan keimanan karena cinta yang sejati hanyalah untuk Allah Swt. Mungkin kita bisa bahagia (di dunia)walau harus mengorbankan keimanan ,tapi kebahagiaan di akhirat itu lebih penting karena akhirat itu kekal dan abadi selamanya..

    October 11, 2009 at 7:20 AM

    • dazzdays

      Salam kenal juga,,

      Terima kasih atas komennya, semoga rasa cinta kita kepada Allah SWT kian bertambah tiap harinya… AMIN🙂

      October 11, 2009 at 9:58 AM

  3. Tian

    aku pun mengalami…sakit dan semuanya berakhir………….
    N 11 KI

    March 6, 2010 at 2:53 AM

    • dazzdays

      Tau lebih cepat lebih baik bukan? daripada semakin kebelakang akan tambah semakin sakit…
      Tapi harus tetap semangat, yang hilang atau gagal pasti akan digantikan oleh yang lebih baik…

      March 6, 2010 at 5:17 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s