Always run back to the future …..

Intersection of City Logistics and Sustainable Development (Intro)


Copas lagi. Ini adalah hasil dari tugas mata kuliah Sustainable Manufacturing. Ketika itu saya dan teman-teman sekelas dibagi menjadi kedalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diwajibkan untuk membahas topik-topik yang terkait dengan sustainable development. Kebetulan kelompok saya, karena berasal dari prodi yang sama yakni Supply Chain (rantai pasok), akhirnya memilih tema yang masih berkaitan erat dengan keilmuan rantai pasok. Dan tema City Logistics inilah yang kelompok saya bahas. Thanks to Ahmad Fatih Fudhla, ST dan Ratih Ardia Sari, ST yang  telah bekerja sama dengan baik dalam mengerjakan tugas tersebut. Seperti postingan sebelumnya karena intro jadi hanya sebagian saja dari tugas tersebut yang ditampilkan disini.🙂

—————————————————————————————————————————

Pengertian City logistics

City logistics merupakan sebuah konsep proses pengelolan dan pengoptimalan pengangkutan dalam kota, transportasi penumpang dan semua pergerakan transportasi dalam kota yang memberikan dampak pada lingkungan alam, lingkungan sosial, dan aktivitas pada kota tertentu.

City logistics atau bisa juga disebut sebagai urban logistics berhubungan dengan aktivitas pergerakan dan penyimpanan barang untuk memenuhi kebutuhan bisnis, industri, maupun masyarakat di suatu wilayah perkotaan. Secara garis besar, aktivitas dalam city logistic adalah sebagai berikut:

  • Transportasi
  • Handling dan storage barang
  • Inventory management
  • Waste dan return

Dalam konteks city logistics, tujuan yang ingin dicapai adalah menciptakan aliran barang yang efektif (tepat waktu, jumlah, dan lokasi) dengan cara yang efisien dengan pertimbangan non-komersial seperti dampaknya terhadap polusi udara, kemacetan lalulintas, dan kenyamanan aktivitas non-logistik yang terjadi di dalam kota. Pengelolaan logistik perkotaan harus berupaya untuk mengurangi jumlah truk, kilometer kendaraan, dan frekuensi pengiriman di dalam kota sehingga lebih ekonomis bagi perusahaan dan juga lebih baik dari sisi sisi kualitas udara, kebisingan, dan kecepatan perusakan jalan. Dalam suatu referensi disebutkan bahwa di kota metropolis pada umumnya pergerakan barang berkontribusi 20% – 30% terhadap total kilometer kendaraan dan 16% – 50% terhadap emisi polusi udara.

City logistics dan Sustainable Development

Bila ditelusuri lebih lanjut, mengenai pengertian dan tujuan dari city logistics, sesungguhnya konsep city logistics sangat erat kaitannya dengan konsep sustanable development. Pada dasarnya, tujuan yang hendak dicapai dengan penerapan sustainable development adalah mendapatkan Quality of Life (QoL) terntentu pada saat ini dan juga mempertimbangkan QoL untuk generasi yang akan datang. Begitu pula halnya dengan konsep city logistics, seperti pengertian yang dari konsep ini yang telah dibahas sebelumnya, konsep ini berupaya untuk mengelola dan mengoptimalkan aliran barang dan aliran penumpang di dalam kota dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan alam, lingkungan social, aktivitas lainnya dengan tujuan akhir yang relevan dengan tujuan dari konsep sustainable development itu sendiri yakni mencapai suatu tingkatan QoL tertentu. Untuk ilustrasi penjelasan diatas,  Gambar 1 menunjukkan bagaimana kedua konsep tersebut saling beirisan.

Gambar 1. Intersection antara konsep City Logistics dan Sustainable Development

Permasalahan dalam City Logistic dalam kaitannya dengan Sustainable Development

Dalam konsep city logistics, ada tiga aktor utama yang terlibat dalam sistem city logistic yakni Government, Freight transport dan Citizen. Masing-masing aktor memiliki peran dalam  kota yang akan mempengaruhi aktivitas-aktivitas dari aktor lainnya. Secara garis, peran dari ketiga aktor tersebut adalah sebagai berikut:

Pemerintah (Government) :

  1. Menampung aspirasi dari kedua aktor lainnya yakni citizen dan freight transport
  2. Membuat regulasi-regulasi yang mengatur aktivitas-aktivitas logistik dari citizen dan  freight transport

Citizen :

  1. Citizen dalam hal ini adalah aktor yang harus dipenuhi kebutuhannya oleh feight transport
  2. Citizen dalam menjalani aktivitas-aktivitasnya akan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah yakni yang berkaitan dengan pemenuhan kualitas hidup yang layak (Quality of life)

Freight transport :

  1. Freight transport ini memiliki peranan dalam memenuhi tuntutan kebutuhan dari Citizen
  2. Freight transport ini dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya juga akan menyampaikan aspirasi kepada permerintah terkait dengan hal kebijakan transportasi.

Peranan ketiga aktor tersebut dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Hubungan antara ketiga aktor dalam city logistics

Seperti yang terlihat pada gambar 2, aktivitas-aktivitas dari masing-masing aktor tidak berdiri sendiri melainkan memiliki hubungan yang erat dengan aktor-aktor lainnya. Dalam gambar tersebut menunjukkan suatu daerah / area urban yang terdiri dari tiga aktor yakni pemerintah, freight transport dan citizen dimana ketiga aktor tersebut memiliki hubungan yang saling memperngaruhi. Dalam konsep ini, aktivitas setiap aktor akan memliki pengaruh terhadap aktivitas dari aktor lainnya. Misalnya saja, dalam hal ini, citizen yang merupakan pelaku utama dalam lingkup urban area menuntut freight transport untuk memenuhi kebutuhannya. Citizen ini berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan mengkonsumsi produk yang dikirimkan oleh freight transport (hal ini goods freight transport). Akibat semakin meningkatnya tuntutan konsumsi produk, freight transport selanjutnya meningkatkan dan mengoptimalkan pelayanananya dalam rangka memenuhi kebutuhan dari Citizen ini. Namun demikian, peningkatan pelayanan dari freight transport memiliki dampak pada peningkatan jumlah freight transport yang masuk kedalam kota. Meningkatnya jumlah freight transport dapat memiliki akibat sebagai berikut :

  1. Emisi/gas buangan yang menimbulkan gas polusi pada udara akibat peningkatan ini pun meningkat.
  2. Polusi suara yang diakibatkan karena freight transport yang lalu lalang ditengah kota.
  3. Peningkatan freight transport yang masuk kedalam kota juga berimplikasi pada terjadinya traffic congestion yang berakibat padanya tingginya tingkat kecelakaan.

Ketiga akibat diatas akhirnya menimbulkan dampak kepada penurunan QoL dari citizen. Akibat penurunan QoL citizen kemudian akan menuntut pemerintah menerapkan suatu regulasi yang akan mendukung peningkatan QoLnya. Tentunya regulasi ini akan berimplikasi terhadap aktivitas freight transport dan citizen. Regulasi tersebut dapat berupa peraturan mengenai waktu freight transport diperbolehkan masuk kedalam kota dan berapa besar jumlahnya. Sama halnya pada citizen, regulasi pemerintah dapat berupa pengaturan waktu kapan seharusnya aktivitas citizen dimulai untuk menghindari konflik atau benturan aktivitas dari freight transport. Tentunya agar kesinambungan antara 3 aktor tersebut terjaga diperlukan suatu komitmen diantara ketiganya untuk menjamin keseimbangan aktivitas yang terjadi didalam kota.

One response

  1. Oktavia Tri Wulandari

    min, sumbernya dari mana yaa ini ?mkasih

    May 31, 2016 at 5:11 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s