Always run back to the future …..

Alhamdulillah saya lahir di Indonesia


Tulisan ini hanya pemikiran saya semata, jadi kalau ada yang tidak berkenan saya mohon maaf sebelumnya. Pas juga, karena momennya ramadhan, jadi saya mau mengungkapkan rasa syukur saya…๐Ÿ™‚

Karena banyaknya permasalahan yang muncul di negara indonesia ini sampai bosan mendengar berita yang menggambarkan betapa parahnya negara ini. Dari segi bidang politik, agama dan lain-lain, tiap hari ada saja masalahnya. Sampai-sampai saya berkhayal andaikan saja saya tidak lahir di negara ini. Kalau dilihat di negara lain secara pandangan kasarย  rasanya kok lebih enak ya……Paling tidak yang kelihatan dari layar kaca (gak tau aslinya gimana), kayanya nasib warga negara mereka diatas negara ini ya?. Apalagi kalau kita punya cita-cita ingin menjelajah ke negara-negara impian karena perkembangan budaya dan teknologi disana lebih pesat dibanding disini. Wih, makin tergiur rasanya untuk pergi secepatnya dari negara ini (bertanya pada diri sendiri : mana rasa nasionalismemu? hahahaha).

Contohnya saja, saya bukan maniak sih tapi suka saja dengan budayanya orang jepang dan korea (contoh lain sih ada : Amerika, Inggris, dll tapi berhubung rada penggila negara ini, makanya yang disebut ya dua negara ini). Masyarakat indonesia juga udah tahu banyak kalau negara-negara tersebut “the best lah” dalam bidang bikin drama. Dari anak-anak sampai orang tua juga pada suka sama hasil karya mereka. Bahkan banyak yang disadur oleh negara kita.ย  Siapa coba yang tidak bangga kalau menjadi warganegara sana. hahaha…ya itu salah satu pikiran saya. Tentu saja karena mengidolakan maka layaknya orang yang mengidolakan sesuatu, saya juga bermimpi untuk pergi kesana.

Memang sih, peradaban yang makin modern memang di pimpin oleh negara-negara Amerika, Inggris, Jepang, China dll. Memang sebagian masyarakat indonesia bisa mengikuti peradaban itu tapi kalau dilihat banyak juga masyarakat yang tidak siap terhadap hal-hal tersebut. Akhirnya ya timbul masalah lagi… repot deh…

Sudah ah,, kalau bicara hal ini pasti tidak ada habisnya. Kalau kata kakak saya, negara ini bobrok (karena saking keselnya juga, makanya dia bilang gitu). Tapi saya tidak tega untuk menyebut seperti itu, karena masih banyak hal yang patut di syukuri karena saya lahir di negara ini. Hal terbesar yang saya syukuri adalah karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim yang terbesar di dunia. Karena persentase yang besar, maka kemungkinan seseorang lahir dengan memeluk agama inipun sangat besar dibanding agama lainnya (yah, logika saya mikirnya gitu).

Setiap orang memang bebas menentukan agama apa yang menurutnya paling benar. Tapi pokoknya saya bersyukur deh, seandainya saya lahir di Amerika, Jepang, Belanda, Inggris dsb maka kemungkinan besar saya tidak akan memeluk islam sejak lahir. The conclusion is I am proud to be a moslem, and thank God I am an Indonesian.๐Ÿ™‚

7 responses

  1. ya iya lah fit, sebenarnya kalo semua aspek dari negara kita dikelola kaya pulau Bali, insyaAllah bisa jauuuh lebih eksotis dari negara2 maju yg kebanyakan kita “kagumi”, kaya jepang, korea, ato yg eropa2 minded. Indonesia itu negara khatulistiwa, varietas flora dan fauna kita sangat kaya dibanding negara lain yg tidak dilalui khatulistiwa. Kekayaan alam kita luar biasa, mulai dari tambang emas, migas, perak, meski masih secara “bodohnya” kita jual ke luar negeri. Dialek bahasa kita macem2, budaya kita luar biasa inovasinya, ga kaya negara2 lain yang limited banget keanekaragamannya. Liat aja bahasa inggris, inovasi bahasa inggris ga sekaya inovasi bahasa melayu di Indonesia yang bertransformasi menjadi beberapa bahasa daerah. Malaysia aja sebenarnya iri dengan kekayaan kita, sampe2 hal yg sebenarnya asli Indonesia, diklaim miliknya, mulai dari reog ponorogo, kare ayam, lagu Rasa Sayange, tari Kecak Bali, bahkan batik.

    Cuman yang perlu kita sayangkan adalah kita masih kurang loyal pada kemampuan bangsa kita sendiri. Kebanyakan petinggi negara masih bekerja atas dasar kepentingan perutnya masing2, bukan atas dasar kepentingan rakyat. Susah emang cari pemimpin.. Mau beli barang pun masih diperbudak oleh overseas minded. Ngga tau ya knapa, kayaknya efek jaman penjajahan jaman Belanda “devide et impera” masih tertanam kental dibawah sadar kita, sembunyi dibalik apa yang kita anut sebagai bagian dari “watak” orang Indonesia.

    Selain itu, yg indah di Indonesia adalah ketika momen Ramadhan dan Idul Fitri. Coba di negara2 barat, puasa bisa jadi dianggap ajaran keji. Astaghfirullah al adhim…

    Yasud fit, kok aku jadi nulis blog gini ya di blogmu? dudu komen iki rek, hehe… ajarin bikin bloggg doonkkk…..

    daahhh๐Ÿ˜›

    September 10, 2010 at 3:33 AM

    • dazzdays

      Huweeeeeeeeeeee,,,
      Komennya lebih berbobot dari yang aku posting mbak,,, hahaha
      Emang ya Bu dosen mah beda…
      Kelihatan sekali lihai menulis….ckckckck

      Kayanya sampean dah jago nge-Go-Blog tuh, aku lak nanti jadi Jiper… hehehe๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
      If there’s something I can help mba, It will be my pleasure…๐Ÿ™‚

      September 13, 2010 at 1:41 PM

  2. ya ga lah fitt..kayanya ini cenderung ungkapan emosiku sama malaysia + emosi2 lainnya, hehehe… aku dulu waktu SD SMP hobi nulis cerpen, kirim ke majalah, ngaruhkah ke kemampuan ke Go-Blog-an?? tapi kamu udah pernah nulis international paper gitu…

    pertanyaanku kpn hari aku tulis di twitter sih..apa perlu aku tulis disini? salah satunya, gimana caranya bikin link kaya “BOLOBOLO” mu? :p

    September 14, 2010 at 1:22 AM

  3. dazzdays

    wadohhhh,,,
    Mbak iki rek, international paper apaan? Aku ndak pernah nulis gituan hahaha๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
    Tapi kamu emang jago nulis mbak,,, cie…cie..

    Itu loh mba, masukin link nya di menu link,abis itu munculinnya di appearance – widget…gitu thok. Btw, sebenarnya sudah tak balas di twitter, tapi kok di kamu gak ada ya??? aneh…

    September 14, 2010 at 9:15 PM

  4. Ini nih hasil pengamatan yang tidak secara keseluruhan. Anda hanya mengamati dari hasil drama yang orang jepang dan korea buat saja maka anda sebenarnya juga sedang terpesona dengan sinetron Indonesia yang bumbunya lebih lembut dan kaya rasa.

    Kita tidak bisa melihat dari situ saja, fit. Kamu harus mendapatkan informasi yang lebih shahih dari orang yang pernah ke Jepang ataupun Korea. Sehingga subyektifitasmu lebih obyektif. Klo untuk masalah disiplin dan keteraturan dua negara ini tak acungi jempol 4 deh. Tapi dari segi akhlak ya jelas jauh dengan negara kita.

    Problemnya karena kita tidak menjiwai-Nya secara kaffah dan seringkali mengambil literatur dari luar, padahal dari dalam juga banyak yang bisa kita terapkan.

    September 27, 2010 at 10:53 AM

    • dazzdays

      Mas Adit bener banget, saya sadar juga bahwa seperti pepatah manusia tak ada yang sempurna, sama juga dengan negara, sebagus apapun gak ada yang sempurna. Contohnya Amerika, yang jelas2 negara superior sekarang perlahan2 mengalami kemunduran karena angka tingkat kemiskinan meningkat. Memang benar bahwa Tak ada gading yg tak retak dan dunia slalu berputar.

      Tapi posting ini cuma pikiran sederhana saya, kalo saya lahir bukan di Indonesia, mungkin saya gak akan memeluk islam dari lahir, dan kebayang kan?, mungkin akan sulit sekali membangun keinginan untuk mencari hidayah dan memperjuangkan diri menjadi seorang muslim kalo kita lahir di negara non muslim. Karena itu dengan segala kekurangan dan kelebihan dari negara indonesia, makanya atas kelahiran saya di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim sangat2 saya syukuri…๐Ÿ™‚

      Btw, terima kasih atas komentarnya mas….

      September 29, 2010 at 5:47 AM

  5. nice article nih.. tapi komen Ibu diatas lebih nice.. hehe

    March 19, 2011 at 7:16 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s