Always run back to the future …..

Sahabat Jadi Cinta


“Tak bisa hatiku merapikan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Kudapati diri makin tersesat
Saat kita bersama
Desah nafas yang tak bisa teruskan
Persahabatan jadi cinta”

Siapa sih yang nggak kenal sama lirik lagu di atas? Lagu yang pernah booming pada zamannya ( Emang lagu lawas apa? Baru juga berapa tahun.)

Menurut kamu gimana tentang hubungan sahabat yang jadi cinta?.

Kalau aku, nampaknya aku harus mengamini bahwa persahabatan antara pria dan wanita mustahil dipertahankan lantaran kebanyakan akan berubah jadi cinta. Aku dulu pernah mengalami kejadian kayak gini, dan sekarang mengalaminya lagi. Oh my God!!. Mungkin aku harus ngaku kalau aku tupai yang jatuh di lubang yang sama. Halah.

Sebenarnya ya gak papa juga ya kalau ternyata saling suka gitu. Tinggal bilang sama orang tua untuk menyelenggarakan acara lamaran aja deh😀 (udah tua, fokus nikah!! hahaha). Sayangnya loh, kalau ternyata salah satu pihak memang hanya menganggap sahabatan aja,

Menurut kamu siapa yang bakal sakit hati?

Untuk yang ditolak, dari jamannya abu nawas yang namanya ditolak pasti sakit rasanya. Nah tapi coba ditelaah posisi yang nolak. Haish, sakit juga ternyata. Berdasarkan pengalaman, penolakan jadi satu hal yang dilematis. Karena yang ditolak adalah seseorang yang kita pedulikan tentu aja kita gak mau orang itu merasa sakit. Tapi kalo juga kita akhirnya menerima karena lantaran nggak mau menyakiti, ternyata lebih parah lagi akibatnya, kita jadi ngerasa tersiksa dan dia jadi merasa dibohongi karena kepura-puraan atau keterpaksaan. Dan rasanya dibohongi? ini pasti rasanya lebih sakit dari ditolak.

Jadi sebaiknya bagaimana?

Nggak Tahu.

Tapi aku rasa kita harus jujur pada diri sendiri. Keterbukaan pasti lebih baik daripada sikap pura-pura dan menutupi. Karena bagi dia pun kamu adalah seseorang yang dia pedulikan, seharusnya dia menghargai keputusanmu dan memahami bahwa sesungguhnya bersikap yang demikianpun sangat sulit bagimu untuk memutuskan dan melakukannya.

O Dear,

Tapi masalah ternyata nggak berhenti setelah terjadi penolakan. Ya, jalinan persahabatan kamu dan dia kemudian dipertaruhkan. Inilah hal yang paling menyebalkan dari hubungan sahabat yang berubah jadi cinta. Karena after that confession yang memilukan, pasti akan muncul perasaan aneh dan canggung. Kalau kamu dan dia tidak bisa me-manage dengan baik bisa-bisa nanti malah saling menjauh. Dan persahabatan hanya tinggal nama yang terukir pada nisan saja.
image

Terus gimana dong?

Disinilah kedewasaan kita diuji. Kita harus bisa bijaksana menyikapinya dan menyadari bahwa hati tidak dapat dipaksakan. Meski berasa aneh dan canggung tiap ketemu, merasa pengen jadi hantu yang mampu hilang kalau ketemu, atau pengen tiba-tiba kejedot terus berharap amnesia, tapi percaya segalanya akan berakhir dengan baik. Mungkin suatu waktu kita butuh menjauh untuk menata kembali pondasi hati. Mungkin kita butuh waktu untuk melupakan rasa aneh yang pernah singgah di hati dan menggerogoti kepala ini. Ya menjauh sejenak boleh. Tapi jangan lama-lama nanti kejauhan, repot baliknya. hehehe.

Oh ya, Hati-hati efek samping.

Setiap kejadian pasti ada imbasnya. Itulah hukum sebab akibat yang sejak dulu fasih disebutkan di atas bumi ini. Selain berasa aneh atau canggung seperti yang aku ceritain di atas, apa mungkin kamu mengalami hal yang sama denganku? Yeah, I suddenly hate to watch kind of Refrain Movie and listen to lucky song by Jason Mraz. Pokoknya semua yang berkisah sahabat jadi cinta. Mungkin karena udah yang kedua kali ya? Hahaha. Nanti kalau udah tiga kali, dapet piring cantik dari Bu Bariah.

Well, nggak semua yang ku share disini sama dengan pengalamanmu, jadi bagaimana pengalamanmu?

Tak ada niat menyakiti
Inilah hatiku
Pantasnya kamu mencintai
Yang juga cintai dirimu
Cinta kamu….

Bila berat melupakan aku
Pelan-pelan saja…..

One response

  1. Ah, penolakan memang selalu menyesakkan hati, sekalipun kita sudah menduga-duga akan terjadi. Canggihnya lagi adalah ketika ditolak, tubuh fisik juga benar-benar merasakan terpukul dan tersakiti, misalnya seperti di dada, kepala, dsb. Saya sempat bahas panjang lebar tentang itu di artikel Kenapa Penolakan Rasanya Sakit?, mungkin bisa jadi referensi pencerahan buat kamu.🙂

    September 4, 2014 at 9:26 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s