Always run back to the future …..

Aku Jodi, Kamu Jodi, Kita semua Jodi (Review Seminar Jodoh Impian)


Pagi yang tak mendung juga tak cerah

Pagi hari Minggu 2 maret 2014 ini telah diselenggarakan acara one day seminar Jodoh Impian di gedung BPPT depan Sarinah. Dan aku sudah jauh-jauh hari ikutan mendaftar seminar ini, kira-kira di bulan Januari, keren nggak?😀. Tapi pas hari H, mengingat acara seminar ini jatuhnya di hari minggu jadi bikin agak-agak malas. Namun aku mencoba menguatkan niat menuntut ilmu untuk berangkat.

image

Seminar apaan sih?

Sebenarnya tentang apa Jodoh Impian ini? Seminar ini gak ada kaitannya sama sekali dengan ajang perjodohan. Di seminar ini dibahas seputar jodoh impian itu sendiri dan tips-tips mengenai jodoh dan pernikahan. So, dibawah ini akan aku coba ceritakan mengenai materi juga hal-hal yang bisa dipetik dari setiap materi yang disampaikan.

Look closer to the ingredients

Materi acara pertama-tama dibawakan oleh teh Pewski, disini teh Pewski bercerita mengenai pengalamannya seputar pencarian si mr the one. Dia bercerita mengenai perbandingan pencarian jodoh dengan cara pacaran dan dengan cara ta’aruf. Singkat cerita dia menyimpulkan bahwa bila terjadi kegagalan menemukan si mr the one ternyata terdapat perbedaan antara cara pacaran dan cara ta’aruf. Dengan cara ta’aruf berdasarkan pengalamannya tidak terlalu terasa menyakitkan seperti yang dirasakan putus ketika pacaran karena pada saat ta’aruf hati dijaga jangan sampai perasaan berkembang menjadi cinta yang lebih mencintai makhlukNya dibandingkan pencipta makhluk itu sendiri. Aku merasa dari cerita ini, membuat keyakinanku bertambah terhadap islam, bahwa islam adalah agama rahmat lil alamin. Allah tak pernah salah memberikan jalan, termasuk jalan dalam menjemput jodoh. Dari sini aku melihat bahwa ta’aruf adalah cara Allah melindungi hambanya bukan hanya dari fitnah zina tapi juga rasa kecewa dan patah hati apabila ternyata prosesnya berbuah kegagalan.

Materi kedua dibawakan oleh Meyda Safira dan teh Fifi. Mungkin ini nama pembicara yang paling aku kenal selama ikutan acara ini. Karena Meyda ini kan pernah main di Ketika Cinta Bertasbih. Sedangkan teh Fifi ini temen duetnya teh Meyda. Disini mereka membawakan sebuah sajak panjang mengenai calon imam, dan mengutarakan harapan-harapan mengenai kehidupan ketika kelak bertemu si pangeran surga. Kemudian dia juga menceritakan pengalamannya mengenai suatu titik dalam kehidupannya dimana ia menyadari bahwa pacaran yang dilakukannya tidaklah sesuai dengan syariat islam. Sehingga pada saat itu dia meminta putus dari pacarnya. Hikmah yang bisa di ambil disini menurutku adalah kita harus berani hijrah kepada kebaikan meski rasanya sakit dan susah untuk ikhlas.

Materi yang ketiga dibawakan oleh Asrifit. Seorang ibu muda yang emang umurnya masih muda. Ia seorang calon dokter gigi dan saat ini msih koas. Dia bercerita bagaimana suka dukanya menjalani pernikahan dini. Bagaimana membagi waktu antara kuliah, menjadi istri dan menjadi ibu. Hikmah yang dapat dipetik dari pengalamannya yakni menikah adalah komitmen. Meski melakukan pernikahan dini apabila mampu memegang komitmen maka pasti akan bisa menjalaninya.

Materi ke empat dibawakan Ibu Septi. Satu kata yang bisa terucap buat ibu ini, AMAZING. Di acara ini ia menceritakan bagaimana me-manage keluarganya sehingga keluarganya menjadi keluarga yang unggul. Hal ini terbukti dari prestasi-prestasi yang diraih oleh putra putrinya yang melebihi apa yang dapat dilakukan oleh anak-anak seusianya pada umumnya meski putra putrinya mendapatkan pendidikan melalui jalur home schooling. Tidak lain ini dilihat dari penuturan putri-putrinya dimana yang tertua sukses kuliah di luar negeri dan yang kedua saat ini menjalani bisnis dibidang peternakan padahal usia mereka belum mencapai dua puluh tahun. Disini juga dia menceritakan ketika mengawali pernikahannya, suaminya meminta dia mendidik sendiri anak-anaknya. Di tambah lagi ia dan suaminya sepakat untuk tidak mengambil ijazah mereka. Jaman gini gak pakai ijazah kerja dimana coba? tapi begitulah niat mereka, mereka tidak mau bergantung pada ijazah dan terjerembab pada kotak rezeki dimana menjemputnya memerlukan ijazah, padahal rezeki itu bisa dicari dimana saja. Hikmah paling besar yang dapat ditauladani dari Ibu Septi adalah totalitas menjadi Ibu rumah tangga. Disini Ibu Septi dapat menunjukkan bahwa profesi ibu rumah tangga merupakan suatu profesi pekerjaan yang tidak bisa diremehkan, karena pekerjaan ibu untuk mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak tangguh dan mandiri bukanlah pekerjaan yang mudah.

Sorry readers,

Sorry for incomplete review. Tulisan di atas sebenarnya sudah kubuat sejak bulan maret 2014 lalu. Tapi karena agak sibuk jadi nggak sempet untuk nerusin review acara Jodoh Impian ini. Alhasil, mau melanjutkan jadinya lupa deh. Padahal masih kurang beberapa materi lagi. Diantaranya materi yang dibawakan oleh teh Fufuelmart dan CanunKamil. Kedua orang ini adalah sepasang suami istri. Intinya mereka menyampaikan bagaimana caranya menjemput jodoh impian. Yang paling penting dalam menjemput jodoh adalah memantaskan diri terlebih dahulu. Caranya memantaskan diri sendiri yakni be positive, bercermin dengan diri sendiri, lalu meluruskan niat hanya karena Allah SWT. Segitu yang kuingat….gak mau nambah-nambahin. Takut salah….

image

Yaa, mungkin segitu review dariku. Maaf untuk pembicara lain yang belum tercover disini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Oh ya, sebagai tindak lanjut dari acara ini. Tim jodoh impian masih sering mengadakan beberapa kali workshop. Workshop ini biasanya sifatnya terbatas seperti kelas kecil, tapi mungkin lebih intensif kali yaaa, tapi dompetku nggak kuat, investasinya agak lumayan soalnya hihihi…

Oke last but not least, semoga kita semua dapat menjadi jodoh impian bagi pasangan kita, dan kita bisa mendapatkan jodoh impian kita. Aamiiin ya Rabb.

I got a new friend

Ini efek samping yang positif dari ikutan acara ini. Aku dapat temen baru. Namanya Dewi. Padahal baru kenal, tapi sepanjang acara berasa udah kenal bertahun-tahun. Secara aku introvert banget, dari sekian sahabatku, kayaknya cuma dia yang tahu tentang kisah pencarian pangeran surgaku. Padahal baru kenal loh….hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s